Tarif Angkutan Udara dan Harga Cabai Rawit Turun, Dorong Deflasi Balikpapan

POLSUSWASKIANA – KALTIM, BALIKPAPAN. Pada bulan Agustus 2022, Kota Balikpapan mengalami deflasi sebesar 0,33% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan Juli 2022 yang mengalami inflasi sebesar 0,53% (mtm).

Sementara secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan tercatat sebesar 5,53% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional (4,69%-yoy) dan dibandingkan Kalimantan Timur (4,95%-yoy). Inflasi tahunan Kota Balikpapan tersebut berada di atas rentang target inflasi tahun 2022 sebesar 3,0%±1.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Balikpapan R. Bambang Setyo Pambudi, dimana menurutnya deflasi di bulan Agustus tersebut disebabkan oleh penurunan harga pada kelompok transportasi yang memberikan andil -0,44% (mtm).

“Deflasi pada kelompok ini didorong oleh penurunan tarif angkutan udara ditengah penambahan jumlah armada pesawat, serta rute dan frekuensi penerbangan yang meningkatkan supply tiket,” kata Bambang.

Selain itu, deflasi juga didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang disebabkan oleh banyaknya pasokan komoditi cabai rawit, bawang merah, dan tomat di tengah masa panen.

“Deflasi juga disumbang oleh kelompok minyak goreng yang kian menunjukan penurunan harga seiring dengan melimpahnya pasokan di pasar.” Ujarnya.

Di sisi lain, beberapa komoditas makanan mengalami inflasi antara lain air kemasan, rokok kretek filter, pasir, bahan bakar rumah tangga, dan batu bata di tengah tingginya permintaan.

Ke depan, beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberikan tekanan inflasi, diantaranya adalah: i) rencana penyesuaian subsidi BBM oleh pemerintah, serta ii) selesainya masa panen di tengah kondisi cuaca yang kurang kondusif sehingga berpotensi menggangu produktifitas tanaman pangan pada periode tanam mendatang.

“Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan terus bersinergi dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, serta memperkuat koordinasi guna menjaga inflasi tetap rendah dan stabil,” ucapnya.

Selain itu himbauan belanja bijak kepada masyarakat senantiasa disampaikan sebagai bagian dari komunikasi yang efektif. Hal itu menurut Bambang, merupakan perwujudan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga dan penguatan koordinasi dengan kebijakan Pemerintah Daerah guna menjaga inflasi 2022 sesuai kisaran targetnya sebesar 3,0%±1%. (*)

Totop Troitua ST

Pendiri MB PKRI CADSENA dan Owner PT MEDIA PKRI CYBER